v Morfem adalah bentuk terkecil yang dapat membedaka makna dan atau
mempunyai makna. Wujud morfem dapat berupa imbuhan, klitika, partikel dan kata
dasar (misalnya –an, -lah, -kah, bawa).
v Morf adalah nama untuk sebuah bentuk yang belum diketahui statusnya
(misal: {i} pada kenai)
v ; sedangkan alomorf adalah nama untuk bentuk tersebut kalau
sudah diketahui statusnya (misal [b¶r], [b¶], [b¶l] adalah alomorf dari morfem
ber-. Atau bias dikatakan bahwa
anggota satu morfem yang wujudnya berbeda, tetapi yang mempunyai fungsi dan
makna yang sama dinamakan alomorf.
v Morfologi adalah bidang linguistic yang mempelajari Morfem atau mempelajari
hubungan antar Morfem untuk membentuk sebuah kata.
v Proses Morfologi adalah proses pembentukan kata - kata dari
satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya
v Afiksasi adalah penambahan dengan afiks. Afiks itu selalu berupa morfem terikat,
dan dapat ditambahkan pada awal kata (prefiks) dalam proses yang disebut
prefiksasi, pada akhir kata (sufiks) dalam proses yang disebut sufiksasi, untuk
sebagian pada awal kata serta untuk sebagian pada akhir kata (konfiks,
ambifiks, atau simulfiks) dalam proses yang disebut konfiksasi, ambifiksasi
atau simulfiks, atau di dalam kata itu sendiri sebagai suatu “sisipan”
dalam proses yang disebut infiksasi.
v Infiks
adalah yang diimbuhkan dengan penyisipan di dalam dasar itu dalam proses yana
namanya “infeksasi”.Konflik atau simulfik atau ambifik sirkumsik yangdi
imbuhkan untuk sebagian di sebelah kiri dasar dan untuk sebagian kanannya dalam
proses yang dinamai konfiksasi atau
simulfiksasi atau ambifiksasi atau sirkumfiksasi.
v Morfofonemis mempelajari perubahan-perubahan fonem yang timbul sebagai akibat
pertemuan morfem dengan morfem lain. Morfem ber-, misalnya, terdiri dari tiga
fonem, ialah /b, ə,
r/. Akibat pertemuan morfem itu dengan morfem ajar, fonem /r/ berubah menjadi
/l/, hingga pertemuan morfem ber- dengan morfem ajar menghasilkan kata belajar.
v Reduplikasi (kata ulang) adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar,
baik secara keseluruhan, secara sebagian, maupun dengan perubahan bunyi.
(Chaer, 1994:182).
http://www.google.co.id/search?q=dasar+dasar+morfologi&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firef
Tidak ada komentar:
Posting Komentar