Kata semantik berasal dari bahasa
Yunani sema yang artinya tanda atau lambang (sign). “Semantik” pertama
kali digunakan oleh seorang filolog Perancis bernama Michel Breal pada tahun
1883. Kata semantik kemudian disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk
bidang linguistik yang mempelajari tentang tanda-tanda linguistik dengan
hal-hal yang ditandainya. Antonimi
dan Oposisi
Secara semantik Verhaar (1978) mendefenisikan antonimi sebagai: Ungkapan (biasanya
berupa kata, tetapi dapat pula dalam bentuk frase atau kalimat) yang maknanya
dianggap kebalikan dari makna ungkapan lain. Misalnya kata bagus yang
berantonimi dengan kata buruk; kata besar berantonimi dengan kata
kecil.. Homonimi, Homofoni, dan Homografi Homonimi adalah ‘relasi makna antar kata yang
ditulis sama atau dilafalkan sama, tetapi maknanya berbeda’. Kata-kata yang
ditulis sama tetapi maknanya berbeda disebut homograf, sedangkan yang
dilafalkan sama tetapi berbeda makna disebut homofon Hiponimi dan Hipernimi
Hiponimi adalah ‘relasi makna yang berkaitan dengan peliputan makna spesifik
dalam makna generis, seperti makna anggrek dalam makna bunga, makna kucing
dalam makna binatang’. Polisemi Polisemi lazim diartikan sebagai satuan
bahasa (terutama kata, bisa juga frase) yang memiliki makna lebih dari satu. semantik leksikal ini adalah makna utuh yang terdapat pada
masing-masing leksikon tanpa terpengaruh proses apapun (proses morfologi maupun
sintaksis). Kalau objek kajian semantiknya adalah makna-makna gramatikal, maka
jenis semantik ini disebut semantik
gramitikal. Makna gramatikal adalah makna
yang muncul sebagai akibat berfungsiinya sebuah kata dalam suatu kalimat. analisis komponensial, yang
diorganisasikan bukanlah “kesamaan elemen” dalam domain, melainkan kontras
antar elemen dalam domain yang diperoleh melalui observasi dan atau wawancara
terseleksi.makna intensional adalah
makna prakmatis. makna Denotasi
adalah makna yang sebenarnya, maka seharusnya Makna Konotasi merupakan makna yang bukan sebenarnya dan merujuk
pada hal yang lain. Terkadang banyak eksperts linguistik di Indonesia
mengatakan bahwa makna konotasi adalah makna kiasan, padahal makna kiasan itu
adalah tipe makna figuratif, bukan makna konotasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar