..

love

Kamis, 30 Mei 2013

Penyakit Gigi

I.  PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
 Gigi merupakan bagian dari alat pengunyahan pada sistem pencernaan dalam tubuh manusia, sehingga secara tidak langsung berperan dalam status kesehatan perorangan. Upaya kesehatan gigi perlu ditinjau dari aspek lingkungan, pengetahuan, pendidikan, kesadaran masyarakat dan penanganan kesehatan gigi termasuk pencegahan dan perawatannya. Namun, sebagian besar orang masih mengabaikan kondisi kesehatan gigi secara keseluruhan. Perawatan gigi dianggap tidak terlalu penting, padahal manfaatnya sangat vital dalam menunjang kesehatan dan penampilan.
Penyakit mulut dan gigi merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di masyarakat. Hasil survei rumah tangga pada tahun 2004 menyebutkan 39 persen penduduk Indonesia menderita penyakit gigi dan mulut. Angka itu bukan merupakan angka yang dapat diabaikan karena telah terbukti bahwa penyakit gigi dan mulut dapat secara signifikan mempengaruhi produktivitas masyarakat.
Berdasarkan alasan-alasan diatas, penulis tertarik untuk membahas suatu permasalahan yaitu hubungan pengetahuan tentang penyakit gigi terhadap gejala awal penyakit yang berbahaya.


I.2. Rumusan Masalah

1. Adakah hubungan penyakit gigi dengan gejala awal penyakit yang berbahaya pada manusia?
2. Bagaimana cara merawat dan menjaga kesehatan gigi?
3. Apa keuntungan bergigi sehat?
I.3. Tujuan Penulisan
I.3.1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan penyakit gigi dengan gejala awal penyakit yang berbahaya pada manusia serta mengetahui bagaimana cara pencegahannya.
I.3.2. Tujuan Khusus
  • Mengetahui gambaran pengetahuan tentang jenis-jenis penyakit gigi
  • Mengetahui gambaran kejadian penyebab dan cara pencegahan penyakit gigi pada manusia.
  • Menemukan hubungan pengetahuan tentang penyakit gigi dengan gejala awal penyakit yang berbahaya pada manusia.
  • Mengetahui keuntungan bergigi sehat
I.4. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah :
1.       Bagi Institusi Universitas
Dengan adanya penulisan makalah ini dapat dijadikan dasar untuk lebih meningkatkan kesehatan gigi para mahasiswa di lingkungan fakultas masing-masing.
2.       Bagi pembaca (masyarakat umum)
Penulisan makalah ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan terhadap masalah yang terkait dengan penyakit giggi terutama cara pencegahannya.
3.       Bagi penulis
Selain untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai penyakit gigi, penulisan makalah ini juga untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat, termasuk kesehatan gigi bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
II.  PEMBAHASAN
1)  Hubungan Penyakit Gigi dengan gejala Awal Penyakit Berbahaya pada Manusia
Tentunya ada hubungan penyakit gigi dengan gejala awal penyakit yang berbahaya pada manusia, penyakit gigi bukanlah masalah yang sepele. Sebagian besar masyarakat menganggap remeh masalah gigi, namun pada kenyataannya penyakit gigi jika dibiarkan akan mempengaruhi kesehatan organ tubuh manusia lainnya. Bahkan jika hal tersebut terus dibiarkan akan menimbulkan penyakit berbahaya lainnya. Berikut contoh jenis penyakit gigi yang erat hubungannya dengan awal gejala penyakit lainnya pada manusia :
  1. Gigi Berlubang (Caries)
Gigi yang berlubang bukanlah disebabkan ulat seperti anggapan orang pada zaman dahulu. Teori ini bertahan hingga tahun 1700-an hingga Willoughby Miller seorang dokter gigi Amerika yang bekerja di Universitas Berlin menemukan penyebab pembusukan gigi. Ia menemukan bahwa lubang gigi disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Bakteri akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi menjadi asam (lingkungan alami gigi seharusnya adalah basa) dan asam inilah yang akhirnya membuat lubang kecil pada email gigi.
Saat lubang terjadi pada email gigi, kita belum merasakan sakit gigi. Tetapi, lubang kecil pada email selanjutnya dapat menjadi celah sisa makanan dan adanya bakteri akan membuat lubang semakin besar yang melubangi dentin. Pada saat ini kita akan merasakan linu pada gigi saat makan. Bila dibiarkan, lubang akan sampai pada lubang saraf sehingga kita akan mulai merasakan sakit gigi. Proses ini tidak akan berhenti sampai akhirnya gigi menjadi habis dan hanya tersisa akar gigi. Sakit gigi tidak dapat dipandang sebelah mata seperti anggapan beberapa orang, karena bila didiamkan, dapat membuat gigi menjadi bengkak dan meradang. Selain itu gigi berlubang dapat menjadi sarana saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya.
Agar tidak semakin bertambah parah, maka bila Anda memiliki gigi berlubang sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter gigi untuk mengobatinya. Walaupun banyak orang tidak suka pergi ke dokter gigi dengan alasan tidak peduli dengan keadaan gigi, khawatir biayanya mahal, takut atau malu diejek karena gigi yang rusak, namun pergi ke dokter gigi adalah solusi terbaik untuk mengatasi sakit gigi. Gigi berlubang tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Walaupun, mungkin setelah menderita sakit gigi, rasa sakitnya dapat hilang tetapi tidak memperbaiki keadaan gigi. Gigi akan tetap berlubang, bahkan lubangnya akan terus semakin membesar.
Untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:
  • Memeriksa gigi secara rutin
  • Menyikat gigi secara teratur dan pada waktu yang tepat
  • Menyikat gigi dengan cara yang benar.
  • Kumur setelah makan
  • Gunakan benang gigi untuk mengeluarkan sisa makanan
  • Pilih pasta gigi yang mengandung fluorida
  • Makan makanan yang berserat
  • Kurangi makanan yang mengandung gula dan tepung

2.     Plak Gigi

Plak gigi adalah suatu lapisan bening, sangat tipis , terdiri dari mucus dan kumpulan bakteri yang menyelimuti permukaan gigi. Plak gigi hanya dapat dilihat dengan pewarnaan pada gigi. Perwarna yang digunakan juga khusus dikenal dengan nama disclosing agent.

Gigi yang sudah disikat akan kembali berkontak dengan saliva (ludah). Mucin (salah satu zat yang terkandung dalam saliva) akan melapisi gigi. Lapisan ini kemudian dikenal dengan nama Acquired Pellicle (mucus). Acquired Pellicle ini sangat tipis, berkisar 1 um. Selain mucin dan protein lainnya, saliva juga mengandung banyak bakteri. Beberapa saat setelah Acquired Pellicle terbentuk bakteri juga akan singgah dan berkoloni di lapisan tersebut. Keadaan inilah yang kemudian disebut dengan plak gigi atau dental plaque.
Plak merupakan penyebab lokal dan utama terbentuknya penyakit gigi yang lain seperti karies (lubang gigi), kalkulus (karang gigi), gingivitis (radang pada gusi), periodontitis (radang pada jaringan penyangga gigi), dan lain sebagainya. Oleh karena plak tidak dapat dihindari pembentukannya, maka mengurangi akumulasi plak adalah hal yang sangat penting untuk mencegah terbentuknya panyakit gigi.
Gigi yang terbebas dari plak ditandai dengan tidak adanya pewarnaan oleh disclosing pada gigi. Selain itu perabaan dengan lidah mengidentifikasikan dalam bentuk gigi terasa kesat bukan licin. Jika masih terasa licin maka masih terdapat plak.
3.     Karang Gigi
Karang gigi merupakan kumpulan plak yang termineralisasi yang sangat lengket di atas email gigi. Lapisan ini terlihat keputihan dan seiring waktu berubah kekuningan setelah berasimilasi dengan air liur. Berdasarkan lokasinya, karang gigi ada di supragingiva (permukaan gigi diatas gusi) dan di subgingiva (permukaan gigi di bawah gusi). Karang gigi terutama timbul pada daerah-daerah gigi yang sulit dibersihkan.
Seringkali kita tidak mengetahui bahwa telah terdapat plak pada gigi . Karang gigi berkembang dari plak gigi yang menempel pada tepi gusi. Bila ini terus dibiarkan akan menyebabkan peradangan gusi, dan pada akhirnya membuat aroma mulut tidak sedap. Pembersihan karang gigi memerlukan bantuan dokter atau perawat gigi. Jika dilakukan dengan cara yang baik dan benar, pembersihan karang tidak akan merusak gigi. Yang tidak jarang terjadi adalah gigi jadi ngilu karena bagian–bagian leher gigi yang tadinya tertutup karang jadi terbuka. Gusi juga mungkin sedikit berdarah karena tepi gusi yang tertutup karang memang lebih sensitif, tapi pendarahan akan berhenti setelah karang gigi dibersihkan.
Pencegahan Karang Gigi :
  • Menjaga kebersihan oral dengan cara menyikat gigi dua kali sehari, dapat mencegah pembentukan plak pada permukaan email gigi.
  • Bersihkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi (dental floss) atau sikat interdental
  • Perbanyak minum air putih
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung.
  • Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala, 6 bulan sekali.
4.     Sakit Gusi
Ada dua jenis utama penyakit gusi: gingivitis dan periodontitis.
Gingivitis Radang gusi
Pada radang gusi, gusi Anda menjadi terganggu oleh plak – campuran makanan, bakteri dan produk-produk limbah bakteri yang terbentuk pada gigi Anda setelah makan. Jika plak tidak dibersihkan dari gigi Anda secara teratur, gusi Anda akan menjadi merah, bengkak dan mengkilat, dan mereka. Jika plak dihapus, gusi akan sembuh. Jika plak tidak dibersihkan dari gigi, gingivitis akan tetap, dan dapat berkembang menjadi periodontitis.
Periodontitis
Jika tidak diobati gingivitis, gusi mulai menarik diri dari gigi Anda, meninggalkan saku kecil di sekitar gigi. Saku ini perangkap plak bahwa Anda tidak dapat mencapai dengan sikat gigi. Seiring waktu, plak mengeras untuk tartar (kalkulus). Plak dan tartar membangun, menyebabkan iritasi lebih lanjut.
Iiritasi ini secara bertahap menyebar ke struktur tulang di sekitar gigi Anda. Dengan berjalannya waktu, mendapatkan kantong lebih dalam dan lebih sulit dibersihkan, dan gusi dan tulang dapat menyusut.. Hal ini disebut periodontitis. Gusi menyusut dapat mengekspos beberapa akar gigi Anda, membuat mereka goyah dan sensitif.. Apabila tidak diobati selama beberapa tahun, gigi Anda mungkin akan jatuh, atau harus diambil oleh dokter gigi.Ini jarang mungkin untuk membuat struktur tulang tumbuh kembali, sehingga kantong periodontal tidak reversibel.
Gejala Penyakit Gusi :
Anda mungkin tidak tahu bahwa anda memiliki penyakit gusi. Terkadang itu tidak menyakitkan dan beberapa orang dengan penyakit gusi tidak memiliki gejala. Ini adalah salah satu alasan mengapa penting bahwa anda mengikuti pemeriksaan rutin dengan dokter gigi Anda, sebagai dokter gigi Anda akan dapat melihat tanda-tanda awal penyakit gusi. Biasanya tanda gingivitis pertama adalah pendarahan dari gusi saat Anda menggosok gigi Anda.. gusi Anda mungkin juga merah dan bengkak. Jika gingivitis telah berkembang menjadi periodontitis, gigi Anda mungkin goyah dan Anda mungkin mendapatkan gusi abses (pengumpulan nanah di bawah gusi). Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, penyakit gusi Anda mungkin sudah cukup maju. Anda akan melihat dokter gigi Anda segera.

Penyebab Penyakit Gusi :
Penyakit gusi terjadi ketika plak terbentuk di sekitar gigi yang tidak dibersihkan dengan sempurna.. Hal ini lebih cenderung terjadi jika Anda menemukan kesulitan untuk membersihkan gigi dengan baik, misalnya jika Anda memakai kawat gigi atau gigi palsu, atau penyimpangan dalam gigi Anda bahwa Anda tidak dapat mencapai dengan sikat gigi.
Ada faktor lain yang dapat membuat Anda lebih cenderung mendapatkan penyakit gusi. Ini termasuk:
  • merokok
  • diabetes
  • perubahan hormonal, misalnya selama kehamilan atau pubertas
Dalam semua kasus ini meskipun, penyebab utama penyakit gusi adalah membangun plak.
Pencegahan Penyakit Gusi :    
Mencegah penyakit gusi melibatkan mengendalikan jumlah plak dan tartar yang terbentuk pada gigi Anda. Kunjungan Reguler ke dokter gigi atau ahli kesehatan, menyikat gigi dan flossing gigi Anda dengan benar dan berhenti merokok akan membantu untuk melakukan hal ini.

Dokter gigi atau ahli kesehatan dapat menunjukkan kepada Anda cara yang benar untuk kuas, benang dan menggunakan sikat antar-gigi. sikat gigi antar-digunakan untuk menghilangkan plak dan partikel makanan dari sela gigi dan di bawah garis gusi. Ini adalah daerah yang sikat gigi tidak dapat mencapai.
Bahkan menyeluruh menyikat gigi dan flossing tidak dapat menghapus setiap jejak plak. Kebanyakan orang memiliki penyimpangan dalam plak gigi mereka di mana bisa membangun di luar jangkauan dan mengeras menjadi tartar. Hal ini hanya dapat dihapus oleh dokter gigi atau ahli kesehatan selama scaling.
5.     Pembengkakan Gigi (Abses Gigi)

Abses Gigi adalah suatu kondisi yang dapat ditemukan pada gigi dimana infeksi dari bakteri menyebabkan jaringan gusi menjadi rusak sehingga terbentuk pus pada gigi berlubang. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya sakit gigi yang berat, pembengkakan pada gusi atau bahkan demam.

Abses adalah daerah jaringan yang terbentuk dimana didalamnya terdapat nanah yang terbentuk sebagai usaha untuk melawan aktivitas bakteri berbahaya yang menyebabkan infeksi. Istilah sederhananya, abses = bisul. Sistem imun mengirimkan sel darah putih untuk melawan bakteri. Sehingga nanah atau pus mengandung sel darah putih yang masih aktif atau sudah mati serta enzim. Abses terbentuk jikalau tidak ada jalan keluar nanah/pus. Sehingga nanah atau pus tadi terperangkap dalam jaringan dan terus membesar.

Abses dapat terbentuk pada seluruh bagian di dalam tubuh. Khususnya di dalam mulut, dapat terbentuk di gusi, gigi, atau akarnya. Bakteri dapat masuk dengan beberapa jalan :
  • Melalui luka trauma yang terbuka
  • Melalui lubang karies
  • Melalui poket atau gusi yang terbuka
Orang yang memiliki daya resistensi tubuh yang rendah, memiliki resiko tinggi untuk menderita abses. Pada awalnya, penderita abses mengalami sakit gigi yang bertambah parah. Sehingga saraf di dalam mulut juga dapat terinfeksi. Jika absesnya tersembunyi di dalam gusi, maka gusi bisa berwarna kemerahan. Untuk menterapinya, dokter gigi membuat jalan di permukaan gusi agar pus bisa berjalan keluar. Dan ketika pus sudah mendapatkan jalan keluar, kebanyakan rasa sakit yang diderita oleh pasien berkurang drastis. Jikalau abses tidak di irigasi/drainasi dengan baik, hanya sekedar pecah. Maka infeksi tadi akan menyebar ke bagian lain di mulut bahkan bias menyebar ke leher dan kepala.

Gejala:
Gejala awal adalah pasien akan merasakan sakit yang berdenyut-denyut di daerah yang terdapat abses. Lalu gigi akan menjadi lebih sensitif terhadap rangsang panas dan dingin serta tekanan dan pengunyahan. Selanjutnya pasien akan menderita demam, kelenjar limfe di bagian rahang bawah akan terasa lebih menggumpal/sedikit mengeras dan terasa sakit jika diraba. Pasien juga merasa sakit pada daerah sinus. Jika pus mendapat jalan keluar, atau dengan kata lain bisulnya pecah, akan menimbulkan bau busuk dan rasa sedikit asin dalam mulut anda.

Diagnosa
:
Biasanya para dokter gigi dapat mendiagnosa adanya abses dalam rongga mulut dengan memeriksanya secara langsung. Dokter gigi juga dapat melakukan diagnosa pulpa, untuk mengetahui apakah gigi anda masih hidup atau tidak. Dan untuk lebih memastikan, dokter gigi juga mengambil gambaran radiografi.

Penyembuhan
:
  • Dengan melakukan incisi dan drainasi/irigasi pada daerah abses.
  • Melakukan perawatan saluran akar.
  • Setelah pengangkatan abses, berkumur dengan air yang telah dilaruti garam beberapa kali dalam sehari.
  • Anda juga akan diberikan obat-obatan antibiotik.
  • Untuk lebih akurat, 6 bulan kemudian anda sebaiknya melakukan pemeriksaan radiografi untuk melihat hasil perawatan sebelumnya.

Pencegahan
:
Menjaga mulut anda agar tetap sehat dengan rutin membersihkan, rajin check-up ke dokter gigi. Kalau gigi anda sakit segera periksakan, karena sangat rentan berkembang menjadi abses. Kalau anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu, laporkan ke dokter gigi yang memeriksa Anda.

6.     Tumor pada Gigi

Studi baru mengungkapkan, gigi yang tidak sehat dapat memicu timbulnya tumor gigi. Para penelitian dari Spanyol menemukan adanya tumor gigi pada salah satu pasien. Pasalnya, tumor gigi menyerang empat gigi geraham pasien wanita tersebut. Tumor gigi membuat pembesaran pada gigi sebesar 1,7 inci atau 44 milimeter. Para peneliti menganggap tumor ini tidak dapat disepelekan karena menyerang sel germinal pada mulut. Alhasil, tidak hanya gigi yang mengalami pembesaran, tetapi gusi, tulang, dan rahang di sekitar mulut ikut membesar. Namun, para peneliti belum menemukan penyebab dari penyakit tersebut.

Tumor gigi ini berawal dari komplikasi peradangan pada gigi yang dibiarkan begitu saja. Jika hal ini dibiarkan akan merembet pada bagian wajah lainnyaAgar terhindar dari penyakit tersebut, menurutnya, menjaga kesehatan mulut dan gigi sangatlah penting. Kita harus sesering mungkin menggosok gigi, terutama pagi dan malam hari. Selain itu, untuk mengurangi peradangan yang timbul, kita dapat menggunakan mouthwash agar bakteri-bakter di dalam mulut hilang.


Menurut beberapa sumber yang dipaparkan dalam laporan Live Science, penyakit tumor gigi sudah ada sejak zaman Kaisar Romawi Kuno. Penyakit ini menderita tiga orang penting di masa itu, yaitu Vandal, Suevi, dan Alans. Mereka dikuburkan dalam sebuah makan Tegulae di wilayah Romawi.

2)   Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Gigi

Cara merawat dan menjaga kesehatan gigi, yaitu sebagai berikut:
  • Menyikat gigi minimal 2 kali sehari (sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur). Lakukan penyikatan gigi secara benar dan gerakan sikat melingkar dengan hati hati di sela–sela gigi. Sikat gigi arah atas ke bawah dan sebaliknya arah bawah ke atas.
  • Mengunakan dental floss atau benang gigi (untuk celah-celah gigi).
  • Hindari makanan terlalu panas,dingin dan asam, ngemil dan menggigit makanan yang terlalu keras.
  • Hindari kebiasaan merokok, karena racun nikotin merusak lapisan gigi.
  • Bila menggunakan gigi palsu yang bisa dilepas lakukan perawatan dengan disikat bersih dan di rendam dengan cairan obat kumur agar tidak tumbuh jamur atau bakteri.
  • Kumur-kumur dengan yodium (betadin).
  • Melakukan pemeriksaan berkala ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  • Hindari kebiasaan menusuk lubang pada gigi, terlebih dengan alat yang tidak bersih. Bila terdapat lubang, lakukan perawatan gigi ke dokter.

Berikut Tips Merawat Kesehatan Gigi :

  • Lakukan dengan cara yang benar, pilihlah sikat gigi yang lembut dan rapat. Kemudian sikatlah gigi dengan benar, sikat dari gusi ke gigi dengan berulang dan jangan terlalu keras.
  • Disiplin. Rajin menyikat dengan cara yang benar dan pada waktu yang tepat setidaknya dua kali yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur di malam hari. Batasi mengkonsumsi makanan manis, makanan yang manis dan lengket mudah melekat pada gigi jika tidak segera dibersihkan, dan akan membentuk plak dan akhirnya akan menyebabkan kerusakan gigi. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyikat gigi langsung setelah mengkonsumsi makanan ini.
  • Pilihlah pasta gigi dengan bahan alami dan kombinasi ilmiah, pemilihan pasta gigi yang tepat juga membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pasta gigi yang mengandung kombinasi dari bahan-bahan alami (jus lemon, garam, dan daun sirih) untuk merawat kesehatan gigi dan mulut secara alami dan ilmiah (kalsium dan fluoride) sebagai perlindungan maksimal pada gigi supaya tidak mudah berlubang.
  • Gunakan Alat sanitasi sikat gigi yang menggunakan sinar UV untuk mensterilkan sikat gigi Anda dari kuman, bakteri dan virus yang berbahaya bagi tubuh.  Anda dapat mendapatkannya di klinik gigi Escalade Dental Care Specialist.
  • Periksa gigi secara teratur ke dokter gigi.

Ada pula Langkah-Langkah Menjaga Kesehatan Gigi Anak :

Kesehatan gigi anak perlu dipantau sejak dini untuk memastikan bahwa ia memiliki gigi yang sehat.Sama seperti orang dewasa, bau mulut pada balita atau anak dapat disebabkan oleh faktor yang berbeda. Ini mungkin karena kebersihan mulut yang buruk, penumpukan tartar dan rongga, dehidrasi, atau infeksi tenggorokan.menghisap dan penggunaan dot juga dapat menyebabkan bau mulut pada anak. Untuk mengatasi masalah ini, akan lebih baik untuk melakukan beberapa tips dalam mencegah bau napas yang tidak sedap pada anak.

§  Pastikan gigi dan mulut anak Anda dibersihkan secara teratur, mulai dari mengajar mereka yang tepat menyikat gigi dengan menggunakan sikat gigi dengan bulu lembut dan pasta gigi anak-anak. Kemudian periksa apakah anak Anda melakukannya dengan benar dan menunjukkan daerah di mana ia harus sikat secara menyeluruh.

§  Batasi asupan gula anak Anda untuk menurunkan kemungkinan kerusakan gigi. Jangan biarkan botol susu diisi dengan susu atau jus sehingga nantinya sisa-sisa asupan akan terjebak dalam mulut dan gigi mereka, padahal mereka sedang tidur. Gula yang terkandung dalam minuman ini juga akan membantu terjadinya pembusukan di dalam gigi.

§  Mengunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Banyak orang berpikir bahwa kunjungan ke dokter gigi tidak perlu ketika anak-anak mereka masih muda. Anda dapat mendorong mereka untuk pergi bersama-sama dan Anda dapat menjelaskan kepada mereka pentingnya gigi bersih.
§  Sebisa mungkin menyarankan anak-anak untuk tidak makan permen secara berlebihan, mengkonsumsi coklat, buah jeruk, dan gula. Makanan ini dapat merusak gigi jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

§  Hindari untuk obat anak juga. Beberapa obat yang mengandung gula jika dibiarkan bisa meneybabkan kerusakan gigi.

3) Keuntungan Bergigi Sehat
Kita pasti sering mendengar anjuran untuk memelihara gigi dengan baik, mulai dari menyikat gigi minimal dua kali sehari hingga memeriksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali. Itu semua bertujuan untuk menciptakan gigi yang sehat. Gigi merupakan salah satu garda depan terpenting yang dimiliki tubuh kita, karena semua yang masuk ke dalam usus praktis melewati gigi kita. Itu sebabnya gigi sehat dapat menurunkan risiko mengalami suatu kondisi yang parah. Berikut adalah beberapa keuntungan lain memiliki gigi yang sehat :
1. Jantung sehat 
Sebuah studi yang diterbitkan  the American Heart Association Journal Circulation menemukan, orang yang memiliki jumlah bakteri (yang menyebabkan infeksi pada gusi) tinggi, juga mengalami risiko aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Hal ini karena suatu penyakit tertentu yang menyebabkan bakteri di dalam mulut dapat memasuki aliran darah melalui gusi dan menempel pada plak yang berlemak, sehingga timbul penyumbatan yang dapat menyebabkan sakit jantung dan stroke.

2. Membantu menjaga kestabilan kadar gula darah
Penting bagi para penderita diabetes untuk menjaga kesehatan giginya. Pasalnya, penderita diabetes dapat mengalami penyakit periodontal, dimana penyakit tesebut memilki efek merugikan pada kadar gula seseorang menuju kondisi berbahaya.
3. Mencegah timbulnya gangguan pencernaan
Gigi mempunyai peran dalam proses fisik ketika mencerna makanan di dalam mulut, dibantu dengan enzim yang berperansebagai proses kimianya. Mereka bekerja sama menghancurkan makanan, sehingga mudah dicerna oleh usus. Setiap masalah dalam proses ini dapat menyebabkan kegagalan usus, iritasi usus, dan gangguan pencernaan lainnya.

4. Melindungi memori
Menurut laporan pada the Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry, orang dewasa dengan radang gusi (bengkak, gusi berdarah) cenderung menperoleh hasil buruk dalam tes memori dan kemampuan kognitif dibandingkan dengan rekan-rekan mereka.
5. Meningkatkan rasa percaya diri 
Hal yang pertama diingat dari sesorang adalah ketka orang tersebut tersenyum. Akan tetapi sangat sulit bagi orang tersebut untuk tampil dengan baik, jika gigi-nya berubah warna atau bernoda. Tampil dengan gigi cemerlang dapat menimbulkan perasaan yang mneyenangkan, sehingga meningkatkan kepercayaan diri, citra diri, dan harga diri.


v Tambahan Wawasan tentang Penyakit Gigi
Sebagai tambahan wawasan tentang penyakit gigi, agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap penyakit gigi dan senantiasa selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Beberapa tambahan pengetahuan tersebut diantaranya adalah :

ü  Pengaruh Aksesoris terhadap Kesehatan Gigi, Contohnya Pemakaian Kawat Gigi (braket):
Apabila tidak menjaga kebersihan mulut (oral hygene) akan menyebabkan karies gigi (lubang pada gigi), karena susah dibersihkan sisa makanan sehingga sisa makanan menumpuk kemudian menyebabkan gigi berlubang. Selanjutnya juga akan menyebabkan gingivitis (radang gusi) karena penumpukan sisa makanan pada daerah celah antar gigi. Untuk pencegahan diberlakukan untuk selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, kontrol berkala, dan kumur larutan flouride.
ü  Jadwal Menggosok Gigi yang Baik adalah :
Frekuensi menyikat gigi yang baik minimal 2 kali sehari, dengan waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah pada saat pagi setelah sarapan, dan sebelum tidur malam. Dalam waktu 4 jam, bakteri mulai bercampur dengan makanan dan membentuk plak gigi. Menyikat gigi setelah makan bertujuan untuk menghambat proses ini. Lebih baik lagi, jika anda menambah waktu menyikat gigi anda setelah makan siang, atau minimal berkumur air putih setiap habis makan.

ü  Malas Sikat Gigi dapat Memicu Penyakit Kanker :
Jangan pernah menganggap remeh kebersihan gigi dan mulut. Baru-baru ini, para ilmuwan di Swedia menemukan bahwa peningkatan plak pada gigi telah dikaitkan dengan risiko kematian dini akibat kanker. Penelitian ini merupakan sebuah studi observasional yang dipublikasikan secara online dalam  British Medical Journal Open, melibatkan 1.390 orang antara tahun 1985 dan 2009. Pada awal penelitian, seluruh partisipan ditanyai terkait faktor-faktor kemungkinan akan peningkatan resiko kanker, termasuk menialai kebersiahan mulut mereka.

Setelah kurun waktu 24 tahun, 58 pasien meninggal dan 35 diantaranya akibat kanker. Mereka yang meninggal secara signifikan memiliki jumlah plak giig jauh lebih banyak. Indeks gigi pada partisipan yang telah meninggal lebih tinggi dari pada  mereka yang masih hidup. Peneliti mencatat, partisipan yang meninggal memiliki indeks skor antara 0,84 sampai 0,91 yang menunjukkan bahwa daerah gusi pada gigi ditutupi plak, sedangkan mereka yang masih hidup memiliki skor lebih rendah yakni antara 0,66-0,67 yang menunjukkan cakupan plak hanay sebagian saja. Rata-rata usia kematian adalah 61 tahun pada perempuan dn 60 tahun pada laki-laki. Peneliti mengira, para perempuan seharusnya dapat hidup sekitar 13 tahun lebih lama, dan laki-laki 8,5 tahun lebih lama, sehingga kematian mereka bisa dianggap prematur, kata para peneliti. "Berdasarkan temuan ini, tingginya muatan bakteri pada permukaan gigi dan gingiva selama waktu yang berkepanjangan mungkin memainkan peran dalam karsinogenesis," kata peneliti.

Namun, penulis mengingatkan bahwa penemuan mereka tidak membuktikan bahwa penyebab plak gigi sebagai penyebab kanker. “Hipotesis penelitian ini melihat burukknya kebersihan mulut dan gigi, sebagaimana tercermin dalam jumlah plak gigi, dikaitkan dengan meningkatnya kematian akibat kenker”, jelasnya.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah ada faktor kausal dalam hubungan yang diamati,”ucap peneliti.

Plak gigi menandakan buruknya kebersihan mulut dan merupakan sumber potensi infeksi, yang juga punya hubungan dengan masalah kesehatan sistemik.

III. PENUTUP


III.1. Kesimpulan
Ada hubungan antara penyakit gigi dengan gejala awal penyakit yang berbahaya pada manusia. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk mewujudkan hidup sehat, termasuk kesehatan gigi dan mulut bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

III.2. Saran
Alangkah baiknya menanamkan pentingnya kesehatan gigi sejak dini kepada anak, beserta cara perawatan dan pemeliharaannya agar nantinya bisa terhidar dari berbagai penyakit tersebut.
Daftar Pustaka          

http://www.kedokterangigi.net (diakses pada tanggal 3 April 2013)
http://www.kompas.com (diakses pada tanggal 1 April 2013)
http://www.oaty.com (diakses pada tanggal 3 April 20130)
http://www.okezone.com (diakses pada tanggal 1 April 2013)
Ircham. 1993. Penyakit-penyakit Gigi Dan Mulut Pencegahan Dan Perawatannya. Cetakan kesatu. Yogyakarta : Liberty

Oleh: Huswatul Hasanah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar